
....
ketika lunak azan cuba menggoncang bukit teruna iman...
sengap tak mungkin menjadi hamba kebisuan...
kerana hambar tak bermakna di penghujung firasat...
bumi berputar seadanya...
kalam indah tersusun dengan sendiri...
ditutur bersama bintang-bintang kepercayaan...
sungguh adil sungguh lunak hatinya...
bila si bumi terus terpejam...
menanti kiamat di kalam purnama...
untuk akhiri si hamba kebisuan...
0 pendapat sahabat:
Post a Comment