dalam bingkisan harapan...

...




kupungut kenanganmu...

Kupungut sisa kabut di udara; yang luput dari nafasmu
entah dendam entah cinta; kemudian melimpah menjadi hujan
kupungut sisa waktu di ruang tunggu; yang luput dari denyut jantungmu
entah muslihat entah ketulusan; kemudian menjadi abad
kupungut semua kupu-kupu; yang luput dari sergapan jalamu
lalu aku benamkan di sebuah taman; bersama bunga-bunga
kemudian menjelma menjadi layang-layang
kupungut semua kata-kata; yang luput dari arus darahmu
kujadikan peta dari setiap langkahku


~ Thiya Renjana ~

1 pendapat sahabat:

Unknown said...

masih mencinta mu.